Mesut Oziel

Semua pencapaian dahsyat yang saya alami terjadi ketika malaikat serasa ikut berpihak bagi semua upaya saya dalam mendobrak semua kebuntuan yang saya hadapi dalam membongkar keruwetan kasus-kasus penjualan..

Mulai dari membludaknya permintaan agar saya mau mentraining perusahaan-perusahaan di Indonesia, menjadi narasumber di berbagai acara business gathering untuk meledakkan penjualan dengan mudah melalui berbagai macam strategy perang marketing yang menjadi spesialisasi profesi saya, permintaan pasar yang semakin membludag untuk buku-buku saya.

Begitu juga dengan melesatnya penjualan dari perusahaan yang di amanatkan oleh para pemegang saham kepada saya. Kalau orang bilang, sampai tangan kita sendiri yang tidak cukup untuk menerima semua rahmat tersebut.

promoSemua jadi sangat mudah, semua jadi jauh lebih indah.. ketika saya sudah mulai menggabungkan semua upaya dan kerja keras saya dengan mempraktekkan sebuah nasihat sederhana yang saya dapatkan dari Ayahanda saya Ustad H. Suhud. Sebuah nasihat sederhana tetapi begitu luar biasa hasilnya, yang terus dan insya Allah akan selalu saya praktekkan. Inilah nasihat Ayahanda saya tersebut :

“Anakku, ketika doamu belum juga di kabulkan oleh Allah. Pasti hal itu karena engkau sendiri tidak bersungguh-sungguh saat memintanya. Karena Allah pasti tahu betul mana doa yang sungguh-sungguh engkau minta dan mana yang tidak.

Selain itu, kalau doamu belum juga dikabulkan oleh Allah SWT. Bisa jadi engkau memang belum pantas mendapatkan apa yang kamu inginkan dalam doamu itu.

Oleh karena itu anakku, bersungguh-sungguhlah dalam berdoa, dan pantaskanlah dirimu semampumu, agar Allah merasa dirimu memang sudah cukup layak mendapatkan apa yang kamu pinta dari Allah.. melalui doamu.

Anakku.. tahukah kamu, sebaik-baiknya doa adalah shalatmu.. karena pada saat shalat itulah kamu akan berhadapan langsung dengan Allah SWT disaksikan oleh semua malaikatNya yang siap meng-aamiini semua doamu jika kamu bersungguh-sungguh.

Dalam shalatmu, kamu akan selalu mengajukan 4 jaminan kepada Tuhanmu dalam doa iftitah berupa shalatmu, ibadahmu, hidupmu dan matimu tidak lain dan tidak bukan hanya untuk Dia Tuhanmu sang penguasa alam, untuk meminta 2 kebaikan dunia dan akhirat.

Kebaikan akhirat ketika engkau dengan sungguh-sungguh memintanya melalui surah Al Fatihah, dan kebaikan dunia ketika engkau bersungguh-sungguh memintanya saat duduk diantara dua sujud.

Ucapkanlah semua bacaan dalam shalatmu dengan santun dan bersungguh-sungguh. Agar Allah dan seluruh malaikatNya betul-betul yakin bahwa kamu memang pantas mendapatkan apa yang engkau minta.”

Petuah sederhana ini begitu luar biasanya membawa keajaiban dunia datang membanjiri kehidupan saya saat berusaha mempraktekkannya. Walaupun saya sendiri masih terus berusaha belajar dan masih tertatih-tatih menjalaninya. Masih jauh dari sempurnalah untuk pantas menerima apa yang saya pinta dalam doa saya.

Tetapi ketika saya berusaha sebaik mungkin untuk bisa meningkatkan ketakwaan dan tawakal kita kepada Allah SWT. Maka kerasnya upaya dalam menjalani hidup ini jadi begitu indah dengan datangnya semua pertolongan Allah terus menerus dari arah yang tidak pernah saya sangka-sangka.

Para sahabat, selain upaya terbaik kita sebagai manusia yang sudah kita lakukan dalam meretas sukses bagi karir maupun usaha kita. Betapa semua kemudahan untuk mendapatkannya akan terus berdatangan membanjiri hidup kita, ketika Allah SWT dengan segala rahmatNya telah mengirimkan para malaikatNya untuk membantu dan melindungi kita atas imbalan dari ketakwaan dan tawakal kita kepadaNya.